Keikhlasan dan Pengorbanan

Kadang saat kita berbuat ataupun melakukan sesuatu, Kita mengatakan bahwa "saya ikhlas kok". Tapi suatu ketika saat masalah tersebut diungkit kembali kita berkata "aku kan sudah berkorban". Sebernarnya ada dimana sih batas antara ikhlas dan berkorban itu?

Ternyata batas itu tipis banget ya? Sampe2 kita kadang gak tahu apa itu? Ternyata ikhlas itu susaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah banget,,,, Sampe sekarang aku gak tahu gimana caranya biar bisa ikhlas. yang ku tahu cuman ada tiga
  1. 1. Ikhlas sebelum melakukan
  2. 2. Ikhlas pas melakukan
  3. 3. Ikhlas setelah melakukan
Batas kesabaran dan berkorban gak ada batasnya. Jangan pernah menyesal untuk melakukan sesuatu demi orang lain.... Emang susah untuk dilakukan...  Tapi apa salahnya kita terima aja teori itu, klo bisa amalkan.. Manusia hanya bisa berbuat. Hasilnya siapa yang tau kan?? Sekecil apa pun pengorbanan yang kita lakukan, pasti ada hasilnya, percayalah

Dear all,,, udah mo Lebaran lagi nih,, maafin yaa atas semua salah2 yg pernah diperbuat, yang disengaja atau tidak,, trus mengenai keikhlasan dan pengorbanan yang pernah kulakukan, baik yang tulus dan terpaksa, semua demi kalian teman...

Selamat Ulang Tahun Cinta

Hari ini lembaran terindah, saat ini usiamu bertambah. 
Tak terasa kau lewati hari dengan cinta
Di waktu lalu kali ini kau lebih berarti
Saat aku memandang dirimu, begitu indahnya
Kau hadapi waktu dengan cinta di masa nanti

Perjalanan waktu takkan melihat, siapa dan apa dari dirimu
Tapi bagaimanakah kau mengisi hidupmu menjadi lebih indah
Saat hari ulang tahunmu, kali ini kau lebih berarti
Saat aku memandang dirimu begitu indahnya
Kau hadapi waktu dengan cinta di masa nanti

(Kahitna - Selamat Ulang Tahun Cinta)








Amanat Bersama #IndonesiaUnite

Kami adalah generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami adalah generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami memilih menjadi pemberani.

Kami adalah generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru. Karena itu, kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui karya kemanusiaan di mana pun kami berada.

Kami adalah generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan, kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk diskriminasi.

Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya.

“Amanat Bersama” ini melalui proses wiki yang berjalan di 
Wiki IndonesiaUnite, sejak 9 Agustus 2009 sampai dengan 14 Agustus 2009.

Kasus Nenek Minah Memalukan


 
Kasus nenek Minah asal Banyumas yang divonis 1,5 bulan kurungan dengan masa percobaan 3 bulan akibat mencuri tiga buah kakao sungguh sangat memiriskan hati dan menimbulkan rasa keprihatinan yang mendalam. Nggak tahu apa alasan para penegak hokum, memvonis nenek Minah, yang seharusnya mereka mengutamakan prinsip kemanusiaan, buka hanya menjalankan hukum secara positifistik saja.

Saya nggak tahu, apa para penegak hukum sudah tidak memiliki rasa kemanusiaan lagi, sampai-sampai nenek-nenek begitu... Tapi jujur, saya salut dengan terhadap hakim yang membacakan vonis tersebut. Melihat keluguan dan kepolosan sang nenek, Hakim tersebut sampai menangis.

Secara pribadi atau secara umumlah, mungkin banyak masyarakat yang merasa prihatin dan kasihan dengan nasib yang menimpa Minah. Namun apalah daya, kita tidak bisa ikut campur di dalam masalah hukum yang dihadapi Minah, karena jalan untuk intervensi tertutup.

Kronologis.....
Nenek Minah (55) yang buta huruf divonis di PN Purwokerto, Kamis kemarin. Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.

Ketika sedang asik memanen kedelai, mata tua Minah tertuju pada 3 buah kakao yang sudah ranum. Dari sekadar memandang, Minah kemudian memetiknya untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan digeletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.

Dan tak lama berselang, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun bertanya, siapa yang memetik buah kakao itu. Dengan polos, Minah mengaku hal itu perbuatannya. Minah pun diceramahi bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan karena sama saja mencuri.

Seminggu kemudian dia mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.

Kenapa Polisi Tidak Berlandaskan UU Pers???

Setelah sempat ada pemberitahuan pembatalan, Mabes Polri kembali menghubungi redaksi harian Kompas untuk meminta datang ke Mabes Polri. Polri akan meminta keterangan terkait transkrip rekaman Anggodo Widjojo, adik kandung buron KPK Anggoro Widjojo.

Menurut Budiman, redaksi Kompas dihubungi oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna terkait permintaan keterangan ini. Karena diminta datang, Budiman datang. Sebelumnya, ada pesan pendek ke redaksi Kompas bahwa pemanggilan dibatalkan, karena ada miskomunikasi.

Budiman mengaku belum mengetahui apa yang ditanyakan Bareskrim Polri kepada redaksi Kompas. Namun, berdasarkan surat bernomor R/636/XI/2009/Dit II Eksus tertangal 18 November 2009, polisi meminta bantuan pemimpin redaksi Kompas untuk menunjuk staf yang dapat menjelaskan pemberitaan tentang transkrip rekaman pembicaraan telpon antara Anggodo Widjojo dengan orang yang telah di perdengarkan di Sidang Mahkamah Konstitusi pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2009. Permintaan keterangan ini juga terkait pemberitaan Kompas pada 4 November 2009.

Dalam suratnya, Bareskrim Polri menyebut dua rujukan terkait pemanggilan Kompas. Pertama, laporan polisi No. Pol.: LP/631/X/2009/Bareskrim tanggal 30 Oktober 2009 tentang dugaan telah terjadi tindak pidana Penyalahgunaan wewenang, pencemaran nama baik dan fitnah
sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP jo 310 KUHP jo 311 KUHP. Diduga ini merupakan laporan Anggodo Widjojo, karena pada tanggal 30 Oktober lalu, Anggodo melaporkan KPK terkait beredarnya transkrip rekaman.

Kedua, laporan polisi No. Pol. : LP/637/XI/2009/Bareskrim tanggal 2 November 2009 tentang dugaan telah terjadi tindak pidana Penyalahgunaan wewenang dan penyadapan melalui media
Elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP jo Pasal19 ayat (2) UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokatjo Pasal 47 UURl No.II Tahun 2008 tentang ITE. Diduga laporan ini merupakan laporan Bonaran Situmeang dan Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Namun, Irjen Pol Nanan Soekarna kepada wartawan membantah bahwa pemanggilan media terkait dengan tindak lanjut laporan Anggodo dan Bonaran. Nanan malah mengatakan pemanggilan terhadap media untuk menjerat Anggodo sebagai tersangka. Mana yang benar?

Mengancam Pers.... Harus Dilawan, Termasuk Polisi....

Meskipun Mabes Polri telah membatalkan pemanggilan pada media massa terkait laporan Anggodo. Tetap saja kritik pada korps baju coklat tetap saja meruyak. Mereka yang mengancam kemerdekaan pers harus dilawan. Sebab, hal semacam ini sama saja dengan melakukan blunder. Anggodo dibiarkan, tapi media massa yang memuat transkrip rekaman Anggodo malah mau dipanggilin. Jelas saja hal ini makin terasa aneh.

Saat ini, Polri tengah memperbaiki reputasinya dimata masyarakat. Begitu pula halnya dengan revisi maupun perbaikan atas sikap Polri terhadap media. Namun, pemanggilan media terkait pemberitaan kasus Anggodo sudah sangat jelas-jelas menunjukan begitu rendahnya profesionalisme Polri dalam bekerja.

Jelas pula, ini sama saja dengan bikin musuh baru. Kalau begini terus, makin susah membela polisi yang citranya semakain buruk.  Sudah diamanatkan dalam undang-undang, semua pihak termasuk polisi dan pemerintah untuk tidak sekali-kali membatasi kemerdekaan pers yang sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Sebab, siapa saja yang melakukan hal itu pati akan berhadapan dengan rakyat.

Indahnya Indonesia Bila Semua Sesuai Aturan


Pernah tidak terbayang pada diri kita betapa mudahnya hidup di Indonesia. Mudah yang saya maksud disini ialah mudah mengurus segala sesuatunya. Mau mengurus SIM mudah, mengurus Sertifikat tanah mudah, mengurus STNK mudah dll. Tapi yang terjadi saat ini adalah kebalikannya semuanya serba susah, mungkin ini yang menyebabkan Indonesia ketinggalan dari Negara-negara yang nota bene umurnya lebih mudah dari Indonesia. Bila semua hal susah bagaimana negeri ini mau melangkah dengan cepat dikarenakan semuanya serba susah.


Reformasi birokrasi sebagai salah satu jawaban dari desakan Reformasi yang diusung para pemuda di akhir-akhir pemerintahan orde baru hendaknya terus kita dukung. Reformasi birokrasi hendaknya merubah paradigma kita selama ini tentang pemerintahan. Hendaknya setiap aparat pemeintah mengerti pekerjaan dia sesungguhnya, aparat pemerintah saat ini bukanlah pihak yang berkuasa memberikan izin, tetapi aparat pemerintah ialah pihak yang melayani masyarakat untuk memperoleh izin tersebut. Arti melayani berarti aparat pemerintah mempermudah segala urusan untuk masyarakat.


Kedepan diharapkan setiap instansi pemerintahan yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat memakai pola yang ada pada Bank-bank. Terbayang dalam pikiran saya ketika kita hendak mengurus SIM ada yang membukakan pintu, kemudian si petugas menanyakan keperluan kita apa??, selanjutnya petugas tersebut memberikan petunjuk, kemudian jelas mengurusnya di loket yang mana, dilengkapi system antrian sehingga tidak ada pihak yang bermain lewat "pintu belakang", kemudian pelayanan cepat, tepat dan akurat. Bila setiap lini instansi pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melakukan hal yang demikian, kedepannya Indonesia semakin cepat dalam segala urusan, sehingga dapat mengejar segala ketertinggalan selama ini.


Semoga Indonesia semakin maju....


sumber:
http://cicak.or.id/baca/2009/11/10/indahnya-indonesia-bila-semua-sesuai-aturan.html

GRASI, AMNESTI, ABOLISI dan REHABILITASI

Berdasarkan Pasal 14 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Presiden Republik Indonesia berhak untuk memberikan grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung (Pasal 1), serta memberikan amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 2).


Lalu apa yang dimaksud dengan GRASI, AMNESTI, ABOLISI dan REHABILITASI itu?




1. GRASI
Dalam arti sempit berarti merupakan tindakan meniadakan hukuman yang telah diputuskan oleh hakim. Dengan kata lain, Presiden berhak untuk meniadakan hukuman yang telah dijatuhkan oleh hakim kepada seseorang.

2. AMNESTI
Merupakan suatu pernyataan terhadap orang banyak yang terlibat dalam suatu tindak pidana untuk meniadakan suatu akibat hukum pidana yang timbul dari tindak pidana tersebut. Amnesti ini diberikan kepada orang-orang yang sudah ataupun yang belum dijatuhi hukuman, yang sudah ataupun yang belum diadakan pengusutan atau pemeriksaan terhadap tindak pidana tersebut. Amnesti agak berbeda dengan grasi, abolisi atau rehabilitasi karena amnesti ditujukan kepada orang banyak. Pemberian amnesti yang pernah diberikan oleh suatu negara diberikan terhadap delik yang bersifat politik seperti pemberontakan atau suatu pemogokan kaum buruh yang membawa akibat luas terhadap kepentingan negara.

3. ABOLISI
Merupakan suatu keputusan untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan suatu perkara, dimana pengadilan belum menjatuhkan keputusan terhadap perkara tersebut. Seorang presiden memberikan abolisi dengan pertimbangan demi alasan umum mengingat perkara yang menyangkut para tersangka tersebut terkait dengan kepentingan negara yang tidak bisa dikorbankan oleh keputusan pengadilan.

4. REHABILITASI
Rehabilitasi merupakan suatu tindakan Presiden dalam rangka mengembalikan hak seseorang yang telah hilang karena suatu keputusan hakim yang ternyata dalam waktu berikutnya terbukti bahwa kesalahan yang telah dilakukan seorang tersangka tidak seberapa dibandingkan dengan perkiraan semula atau bahkan ia ternyata tidak bersalah sama sekali. Fokus rehabilitasi ini terletak pada nilai kehormatan yang diperoleh kembali dan hal ini tidak tergantung kepada Undang-undang tetapi pada pandangan masyarakat sekitarnya

Sumber :
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (perubahan pertama). Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Darmanto, dkk

Korupsi Muncul Karena Ada Kesempatan?

Membahas penyebab korupsi memang seperti membahas ayam dan telur, mana yang duluan muncul? siapa yang lebih dulu bertanggung jawab?

Saya senang artikel dengan judul 'Terbiasa Membiarkan Korupsi' ternyata mendapat tanggapan yang berbeda, pro dan kontra. Saya sengaja memberi contoh hal kecil, seperti pengurusan SIM dan KTP, karena pada dua kejadian tersebut, kemunculan perantara atau makelar yang muncul di antaranya dianggap hal wajar.

Ada yang beranggapan, makelar SIM/KTP adalah hal lumrah karena memang keberadaannya dibutuhkan. Ada pula yang beranggapan bahwa orang yang memanfaatkan situasinya alias si makelar tetaplah bagian dari korupsi, karena posisi makelar dalam proses pembuatan SIM/KTP itu semestinya ilegal.Tetapi muncul, karena adanya kerjasama dengan pihak orang 'dalam', dan karena adanya kesempatan. Seperti juga makelar kasus. Mereka ada karena ada pihak yang mengijinkan itu terjadi.

Mungkin ada yang berpendapat, adalah hak warga negara untuk mendapat kemudahan pengurusan SIM. Tetapi mungkin juga kerumitan ini diperlukan karena tentunya Polantas tidak menginginkan banyak pengemudi yang tidak tahu rambu lalu lintas, sehingga mengakibatkan kecelakaan.

Atau bagaimana dengan pengurusan KTP yang banyak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang memang menjadi mudah, tetapi jangan heran kalau banyak yang memiliki KTP double. Yang penting ada duit 200-300 ribu! Padahal semestinya mengurus KTP hanya membayar biaya administrasi yang kecil.

Kita mungkin bisa protes juga kepada pemerintah, kenapa yang semestinya mudah jadi dipersulit, apakah karena memberikan kesempatan adanya praktek korupsi atau kecurangan? Bukankah sekarang jamannya komputerisasi? Kenapa tidak diterapkan? 

Membahas asal mula proses korupsi memang seperti membahas ayam dan telur, mana yang duluan muncul? 
Jadi, menurut Anda, mana yang mestinya disalahkan? 
Pemerintah yang mempersulit proses atau masyarakat yang malas mengikuti prosesnya atau perantara yang memanfaatkan situasi? 
Siapa yang memberi kesempatan terjadinya kecurangan?

sumber:

Ayooo... Polisi Indonesia Kamu Bisa......

Keren nih tumpangan penegak hukum di Indonesia...
tetap PEDE meskipun kalah bersaing dengan negara lain....



Wartawan Bukan Profesi Kere




Wartawan bukan profesi kere, melainkan pekerjaan mulia yang fungsi dan perannya tidak kalah penting dibandingkan dengan pejabat pemerintah.

Wartawan adalah profesi mulia dan merupakan pekerjaan intelektual. Wartawan bukan pekerjaan yang sekedar mencari makan. Kalau sekedar mencari makan, petani, tukang becak pun bisa makan.

Tugas wartawan salah satunya adalah mengontrol pejabat eksekutif maupun legislatif dalam menjalankan tugasnya, apakah mereka masih melayani rakyat atau tidak. Karena itu, tugas wartawan sama mulianya dengan bupati, walikota, gubernur dan pejabat lainnya dalam membawa bangsa ini menuju kemakmuran. Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi dan tugas wartawan itu merupakan bagian dari khalifah tersebut.

Negeri Para Bedebah

Mantan Juru Bicara Presiden Abdrurrahman Wahid; Adhie M Massardi telah membacakan sebuah puisi berjudul “Negeri para bedebah” didepan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senin, (2/11/2009).
Puisi ini berisi kritikan keras kepada para pemimpin negeri ini terutama kepada aparat hukumnya terkait dengan kriminalisasi KPK.
Berikut puisi “Negeri para bedebah”:





“Negeri Para Bedebah”

oleh : Adhie M Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor
menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !

2012

Dalam kalender bangsa Maya secara tidak langsung tersirat bahwa kehidupan di dunia ini akan musnah di akhir tahun 2012. Pada saat itu, dunia akan dilanda bencana besar dan kekacauan terjadi di mana-mana yang mengakibatkan musnahnya ras manusia. Jackson Curtis (John Cusack) hanyalah satu dari penghuni bumi yang awalnya tidak terlalu meyakini ramalan ini.





Suatu ketika terjadi peristiwa mengerikan di Guatemala. Ratusan orang memutuskan bunuh diri karena meyakini ramalan kuno bangsa Maya ini memang benar. IHC (Institute for Human Continuity), sebuah organisasi rahasia yang telah lama menyelidiki ramalan ini akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa apa yang diprediksikan ratusan tahun yang lalu itu benar. Yakin bahwa pasti ada 'jalan keluar' dari malapetaka ini, IHC lantas membangun sebuah kapal besar tepat di bawah gunung Himalaya.

Rencananya, mereka akan mengulang peristiwa zaman nabi Nuh dan berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang agar ras manusia tidak punah setelah bencana besar ini. Di luar perkiraan, pergeseran lempeng bumi ternyata terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan para ilmuwan di IHC. Dalam sekejap Los Angeles musnah sementara Afrika Utara dan Italia juga tak luput dari bencana besar ini.

Kini, nasib umat manusia berada di tangan IHC. Jackson Curtis bersama Kate (Amanda Peet), mantan istrinya, dan dua anak mereka, Noah (Liam James) dan Lilly (Morgan Lily) harus berlomba dengan waktu untuk bisa sampai ke kaki Himalaya atau mereka akan jadi korban bencana besar ini.

Secara garis besar, untuk menyebut sebuah film bagus atau tidak bisa dilihat dari dua kategori. Yang pertama adalah film yang murni sebagai tontonan secara visual sementara yang kedua adalah film yang memadukan banyak unsur seperti naskah, penyutradaraan, akting, pesan moral, logika ke dalam satu ramuan yang menarik bukan hanya dari sisi visual. Untuk film berjudul ringkas, 2012, ini kategori pertama mungkin lebih cocok.

Soal membuat 'replika kehancuran', Roland Emmerich, sang sutradara memang bukan orang baru. Berbekal pengalaman menangani INDEPENDENCE DAY dan THE DAY AFTER TOMORROW, janji bahwa 2012 akan menjadi film 'bencana' terbesar hingga saat ini bisa dipastikan bakal terpenuhi. Apalagi dengan biaya produksi sekitar US$260 juta dari Sony Pictures Entertainment, jelas film ini akan mampu melebihi karya Roland sebelumnya.

Secara visual, tak ada yang salah dengan film ini. Visual effect yang digunakan untuk menampilkan adegan kehancuran bumi memang first class dan mencengangkan. Bisa dibilang dari awal hingga akhir film penonton pasti akan terpaku di tempat duduk menyaksikan 'megahnya' efek visual yang disajikan. Tak tanggung-tanggung, dua jam lebih Anda akan dimanjakan dengan suguhan visual ini. Murni suguhan visual.

Selebihnya, tak banyak yang diberikan film ini. Ide cerita bukan sesuatu yang baru karena rumor tentang akhir dunia ini memang sudah beredar cukup lama. Dan itu juga yang jadi salah satu kunci kesuksesan film ini. Cerita film ini sebenarnya sangat sederhana dan tak akan menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk menuturkannya namun karena bukan itu tujuan utamanya maka durasi sepanjang 158 bisa dicapai

"... Journalist TV Dalam Khayalanku...."

Saya sangat suka berkhayal, dan saat ini saya sedang berkhayal tentang seorang jurnalis TV
Berikut ini khayalan saya….

Dalam bayangan saya, Isi tas seorang Jurnalis TV terdapat benda-benda ini :

1. Video Camera Plus Casette
2. Perlengkapan Camera (Tripot, Charger, Firewire, Cleanner Cassete)
3. Laptop dan perlengkapanya
4. Notes kecil dan Pulpen
5. Handuk kecil
6. Botol Airminum ukuran medium
7. Battrey cadangan untuk camera dan Handphone
8. Mic External yang mempunyai Logo Station

Dalam bayangan saya, kamera video jurnalis :

1. Camera video 3ccd ukuran compact dengan berat max 3 Kg
2. Mempunyai Battrey cadangan disamping Battrey utama yang mampu menyuplai daya selama minimal 600 menit perekaman.
3. Terdapat HeadLamp, 100 watt untuk mode perekaman di tempat underlight
4. Selalu menempatkan Cassete baru di dalam camera, sehingga sewaktu-waktu ada peristiwa,
saat itu juga siap mengabadikan kejadian tersebut.
5. Mempunyai fasilitas Audio IN, sehingga jalur audio bisa didapat dari MIC EXTERNAL

Dalam bayangan saya, di pinggang seorang jurnalis tv selalu terdapat :

1. Handphone
2. Rokok dan korek api

Dalam bayangan saya, Spec Handphone seorang journalist tv :

1. Handphone dg fasilitas minimal 3,5 G
2. Kartu Pasca Bayar dari Provider yang memungkinkan Direct Email Acces
3. Memori HP Contact Person Narasumber & Informan minimal 1000 Nama
yang selalu update setiap hari
4. Always ON GPRS
5. Bisa berlaku sebagai modem internet via USB atau Bluetooth

Yang paling penting, harus mempunyai 2 jalur akses yaitu :

1. Handphone untuk Komunikasi Pribadi & Keluarga
(Biasanya CDMA)
2. Handphone untuk Kerja sebagai Jurnalis TV
(Full Multimedia)

Dalam bayangan saya, Profile seorang Jurnalis TV :

1. Menguasai segala hal, mulai dari hal politik sampai dengan kisah seorang tukang semir sepatu
2. Mempunyai Indera ke-6, sehingga “tahu sebelum kejadian terjadi”
3. Mempunyai pengetahuan Ilmu Psikologi, sehingga paham karakter tiap narasumber, bahkan mampu membuat “brainwash” sehingga segala data dari narasumber bisa diperoleh
4. Lancar berkomunikasi minimal dalam 3 bahasa.
5. Jujur, Adil dan tidak egois. Jujur dalam menyampaikan sebuah informasi. Adil dalam memberi kesempatan orang lain berbicara. Tidak egois sehingga mampu berkerjasama dalam Tim dan mau mendengar masukan teman.

Dalam bayangan saya, Karakter seorang jurnalis tv :
1. Ulet, Berdahi Intan dan berhati Samudra. Ulet dalam mencari data sampai dengan ke akar-akarnya. Berdahi Intan, pantang menyerah terhadap kondisi Geografis ditempat dia bertugas, karena sesungguhnya kondisi alam tidak bisa dikambinghitamkan. Berhati Samudra, sabar terhadap segala seusatu, bak samudra yg dialiri jutaan sungai, tetapi tidak meluap.
2. Pelobi dan negosiator ulung, sehingga dalam mencari data mampu menembus berbagi lapisan birokrasi, dan suatu saat dia akan berkata : “Tidak ada yang bisa menghalangi langkahku”

Dalam bayangan saya :

Sesungguhnya Junalis TV adalah seorang Producer, merangkap sutradara, kamerawan, lightingman dan penulis naskah, bahkan dia juga seorang pakar IT dan Transmisi Data. Jika boleh dibilang, Jurnalis TV melebihi Direktorat Reserse & Kriminal POLRI, bahkan sedikit diatas Badan Intelijen Negara. Dan jika boleh dikatakan, seorang jurnalis TV mampu menanggung beban melebihi buruh gendong di Pasar Bambu Kuning, bahkan nyalinya sedikit diatas Penerjun Payung. Dan jika layak ditulis disini, Jurnalis TV adalah pakar komunikasi dan pakar presentasi yang kemampuan presentasinya melebihi Presenter MLM yg setiap minggu mengadakan pertemuan dg Downlinenya.

Dalam khayalan saya :

Mata, tangan, gerak tubuh, tulisan dan karya seorang jurnalis TV adalah milik orang banyak. Sesungguhnya seorang Jurnalis TV sudah tidak memiliki raganya sendiri, Semua anggota badanya adalah milik orang banyak. Matanya mewakili jutaan orang Tulisan tanganya dinanti dengan penuh harapan Gerak Tubuhnya memberi inspirasi dan keseimbangan untuk Kondisi Masyarakat

Dalam bayangan saya :

Secara manusia, Jurnalis TV merasakan lapar, haus, kesepian, takut, capai, lemah, depresi. Namun disaat dia melihat JUTAAN MANUSIA membutuhkanya, sel-sel dalam tubuhnya tiba-tiba terbangun. Seakan ada transfer tenaga dalam yang luar biasa, membangkitkan staminanya. Tiba-tiba dia merasakan ribuan malaikat mengawal langkahnya sehingga tiada lagi ketakutan Bahkan jika dia berjalan dipasir, tapak kaki dibelakangnya seakan tidak hanya dua, tetapi ribuan tapak kaki mendampingi. Panas matahari yang menyengat dalam perjalanannya, seakan menjadi Aurora indah dan berhawa sejuk.

Dalam bayangan saya :

Jurnalis TV bukan sekedar Profesi, tetapi Panggilan Hidup. Seorang Biksu di Sebuah Kuil di Himalaya tidak memikirkan gajinya, Dia tidak kuatir besok makan apa, dia tidak akan menanyakan kepada Kepala Kuil : Gajian tanggal berapa bang ? Kehidupan yg sangat aneh, karena sampai saat ini saya tidak pernah membaca berita bahwa ada seorang biksu yang meninggal dunia karena kelaparan.

Sebuah panggilan hidup yang dijalankan dengan penuh Professionalitas menghasilkan sebuah karya besar. Jika dihitung secara materi dan diperdagangkan : Gambar Video Profesional Jurnalis TV tentang Perang Teluk, yg dalam pengambilan gambarnya, nyawa dipertaruhkan, layak dibandrol harga berapa ? 150ribu/tayang ataukan 1 jt/tayang ?

Apakah nyawa Jurnalis TV hanya dihargai semurah itu, lebih murah dari harga Nokia E90 non Garansi ? Jangan merupiahkan sebuah karya Jurnalistik TV. Karya Video Jurnalistik tidak terbeli !!!!!, yang bisa dirupiahkan adalah Biaya Produksi !!!!!

Dalam bayangan saya :

Saya marah besar dan menggebrak meja, memecahkan kaca saat mendengar transaksi jual beli dan tukar menukar gambar berita. Saya marah dalam khayalan saja, karena tidak berani marah di dunia nyata…. Marah karena sebegitu mudahkah sebuah idealisme dikorbankan? demi mengejar honor per tayang 100 – 500 rb/tayang. Tukar menukar gambar berita yg disebabkan data yang ngga lengkap, sehingga kantor pusat pasti tidak mau menayangkan, jika gambar tidak lengkap.

Seorang Pemalas dan tidak sadar panggilan hidupnya diharapkan jangan pernah menodai kesucian idealisme dari Video Jurnalism.  ENyahlah jauh2 !!!! Seorang pemalas yg hanya Kejar Setoran Berita !!!! Itu sama saja dengan menyundalkan dan men-jablaikan Idealisme… Pahit sekali saya merasakan !!!! Sudah begitu, dia begitu bangganya saat narasi terakhir terdengar ………..SI BOTAK DAN SI SIPIT MELAPORKAN …….
APakah itu karya Video Jurnalistik Sejati?

Dalam bayangan saya :

Menjadi Jurnalis TV tidak untuk mencari uang. Jika ingin mencari uang, jadilah Producer Iklan dan Dirikanlah Production House berkualitas, dengan alat lengkap dan SDM Mumpuni.

Dalam bayangan saya :

Menjadi seorang jurnalis TV adalah sesuatu yang mulia. Gabungan Manusia Seni dan Teknologi dilandasi dengan Keimanan Yang Kuat. Untuk biaya hidup dan kehidupan seorang Jurnalis TV adalah seperti : mengharap tetes embun dari langit, yg utk meraihnya diperlukan sebuah iman yg teguh.

Sejurus kemudian saya tersadar dari khayalan saya karena bunyi dering Handphone saya dari ujung telepon seseorang berbicara kepada saya :

” Mas Bayu…ada stok gambar Bandara Radin Intan nggak ?, aku tadi mau ambil gambarnya tetapi ngga boleh sama satpam, sehingga gambarnya ga dapet……
Saya menjawab : ” Selalu ada Stok gambar untuk para Amatir”


SEKIAN


Sumber :

2009, Tahun Terbaik Facebook

VIVAnews - Tahun 2009 mungkin akan menjadi tahun terbaik sepanjang sejarah Facebook. Bagaimana tidak, tahun ini situs media sosial itu mencatat pertumbuhan trafik hingga 200 persen.

Seperti VIVAnews kutip dari Mashable, 23 Oktober 2009, jika pada 2008, pengunjung Facebook mencapai 40 juta setiap bulannya, tahun ini angka tersebut meroket hingga mendekati 125 juta pengunjung.

Awal tahun ini saja, Facebook telah mempunyai sekitar 150 juta pengguna aktif, yang kini telah ‘meledak’ menjadi 300 juta-an pengguna aktif. Dengan cepat dan mudahnya, Facebook melejit ke nomor satu sebagai situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini, dengan pertumbuhan yang drastis.

Pertumbuhan tersebut tak hanya terjadi di sisi trafik dan jumlah pengguna, tetapi juga inisiatif-inisiatif Facebook lainnya juga naik dengan mantap tahun ini. Terutama aplikasi-aplikasi berstandar terbuka yang beredar di dalamnya.

Hal ini membuat Facebook menjadi salah satu Web yang juga terpopuler dalam hal platform aplikasi, dan mencatat pertumbuhan yang kuat di kalangan jejaring media sosial.
Saat ini, The Facebook Application Platform dilaporkan telah menampung sekitar 350 ribu aplikasi, dan dalam sebulan, sekitar 10 juta pengguna yang berinteraksi secara aktif di dalamnya.

Fakta lainnya, 70 persen dari total pengguna merupakan pengguna aplikasi aktif di dalam Facebook. Menurut data AppData.com, diperkirakan 100 aplikasi memiliki sejuta pengguna aktif. Dan, aplikasi terpopuler di dalam Facebook hingga saat ini adalah FarmVille, yang memiliki 11 juta pengguna (per Agustus 2009) dan telah meroket jadi 60 juta pengguna.

Sementara itu, inisiatif lainnya, Facebook Connect, yang diluncurkan Juli tahun lalu, saat ini digunakan di lebih dari 15.000 website. Facebook Connect adalah layanan yang memungkinkan website-website eksternal mendapatkan izin untuk mengakses akun Facebook melalui websitenya secara aman melalui kerja sama.

Begitu pun halnya pada Facebook Pages. Berdasarkan data Facebook, jutaan orang menjadi penggemar dari Pages tertentu setiap harinya. Sekarang, platform ini juga telah dipenuhi oleh selebritis-selebritis papan atas, semacam Vin Diesel, Jennifer Aniston, U2, Radiohead, Mew, dan lainnya, sebagai media komunikasi antara mereka dan penggemarnya.

sumber:

Cari Pasangan di Internet? Baca ini Dulu

VIVAnews - Di era digital seperti sekarang ini, tak mengherankan jika seseorang mencari pasangan yang ia inginkan melalui browsing atau chatting di Internet.

Tidak sedikit pula dari mereka yang berhasil melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan. Namun, kami mempunyai beberapa tips dan trik agar Anda tidak salah langkah dalam memulai kencan online, seperti dilansir Stylecaster, 25 Oktober 2009.

Membuat profil Anda
Ketika membuat sebuah profil tentang diri Anda, jangan lupa cantumkan apa saja ketertarikan dan hobi Anda. Karena, dua hal ini merupakan bagian terpenting sebagai "pintu masuk" bagi lawan jenis untuk mengenal Anda lebih jauh lagi.

Tetapi, jangan terlalu banyak memasukkan informasi tentang diri Anda, misalnya apa aktivitas favorit Anda ketika weekend, di mana lokasi berlibur favorit Anda, acara TV favorit, dan sebagainya. Sebab, bisa-bisa Anda akan kebingungan untuk mencari topik bila bertemu langsung dengan si dia nantinya.

Apa yang perlu dilihat dari profil si dia?
Ketika melihat sebuah profil seseorang, pastikan Anda membaca secara penuh dan cari tahu apa yang bisa membuat Anda tertarik. Segala sesuatunya tidak selalu semata-mata berdasarkan pada foto, seperti yang kita tahu, penampilan bisa saja menipu.
Memilih pasangan berdasarkan fisiknya memang langkah utama, tetapi Anda juga perlu melihat dalamnya si dia. Siapa tahu Anda mempunyai ketertarikan yang sama, misalnya sama-sama gemar mengoleksi DVD atau lagu, dan semacamnya.

Lalu, apa yang harus diwaspadai?
Beberapa hal perlu juga diwaspadai, termasuk foto-foto yang dipajangnya pada profil. Jangan cepat percaya bahwa foto-foto tersebut up-to-date. Anda tentu tidak mudah tertipu dengan orang-orang yang tidak mengganti fotonya dalam 10 tahun.
Kalau Anda mencari pasangan serius, Anda juga perlu berhati-hati dengan isyarat halus mereka yang hanya mencari kesenangan semata. Mereka bisa saja terlihat putus asa ketika chatting, tetapi kenyataannya mereka sangat bersemangat untuk mencari cara agar bisa meniduri Anda.

Jangan memaksakan diri
Jika dalam sebuah kencan online, Anda merasa tidak cocok atau nyambung dengan pasangan Anda, lebih baik tidak diteruskan, hanya gara-gara ingin dibilang sopan. Inilah kelebihan kencan online, Anda bisa memfilter, siapa yang ingin Anda ajak ngobrol dan tidak. Dan, Anda pun tidak perlu kecewa jika Anda ditinggalkan siapa pun dengan kondisi yang sama.

Jangan sia-siakan waktu Anda dengan mengejar orang yang telah meninggalkan Anda. Waktu adalah segalanya, Anda harus cepat bertindak. Masih banyak pria-pria lain yang lebih bisa menghibur Anda, baik melalui online atau pun bertemu langsung.

Ingat, ada banyak ikan bertebaran di laut. Selamat "memancing"!

antique.putra@vivanews.com

sumber:

Menkominfo Janji "Blogger" Tidak Akan Dipenjara

Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menjamin kebebasan para blogger untuk mengekspresikan pendapatnya di jagat maya. Ia mengatakan, asalkan tidak memfitnah pihak lain, blogger Indonesia sah-sah saja untuk menyampaikan unek-uneknya.

"Ya, jelas enggak dong. Blogger kok dipenjara," kata Tifatul seusai memberikan sambutan pada acara Pesta Blogger 2009 di Jakarta, Sabtu (24/10). "Kritik saja, asal jangan memfitnah. Ya, namanya orang berekspresi, dijawab dengan pantun juga selesai," lanjut menteri asal Bukittinggi, Sumatera Barat, itu.

Kebebasan berpendapat di jaringan internet di Indonesia saat ini masih menjadi perhatian serius para pengelana jagat maya. Hal ini dipicu oleh kasus perseteruan Prita Mulyasari dengan RS Omni Internasional Tangerang di meja hijau soal tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan Prita kepada RS Omni.

Karena itu, acara Pesta Blogger 2009 tersebut mengangkat tema "One Spirit One Nation" yang salah satunya membahas soal legalitas dan kebebasan berekspresi dalam menuangkan pendapat di ranah maya.

sumber:
http://id.news.yahoo.com/kmps/20091024/ttc-menkominfo-janji-blogger-tidak-akan-566ebb2.html

Teman Baik... Lebih Dari Segalanya

Setiap orang pasti mendambakan hidup yang tenang, tentram, sejahtera, dan sebagainya. Namun terkadang ada juga yang berdasarkan penilaian materi (uang, dan lain-lain). Sebenarnya, semua itu tidak cukup kalau kita hidup enak tapi dalam kesendirian. Yang kita butuhkan sebagai hal yang utama adalah memiliki teman yang baik untuk kita.

Teman yang baik akan memenuhi semua hal yang kita harapkan. Segala faktor yang berhubungan dengan hidup yang enak akan juga terpenuhi, karena dengan teman baik kita akan saling memenuhi. Teman baik itu bukan hanya sebagai teman saja, bisa juga suami atau istri kita. Bisa juga kalau kita sudah memiliki anak yang berusia dewasa, anak itu sebagai teman kita.

Semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi teman baik itu, utamanya adalah komunikasi. Dengan komunikasi itu kita bisa berinteraksi secara baik dengan orang yang menjadi teman baik kita. Dengan demikian, terciptalah kondisi seperti yang kita harapkan itu.

Namun jangan sampai salah memilih teman (terutama teman hidup). Salah-salah malah akan menjerumuskan kita kedalam lubang yang didalamnya kita terperangkap. Ketika kita sudah menyadari, bisa jadi hal itu sudah terlambat.

Apakah saya sudah menjadi teman baik untuk Anda?


koleksi Foto teman-teman baikku di Facebook...

http://www.facebook.com/album.php?aid=7662&id=100000210717339&ref=mf 
yang belum jadi temannku di FACEBOOK,, add gw dong... STEVEN SHINODA POLAPA




Tips Menulis Surat Lamaran Kerja (hahahahahahaha......)

Ketika membuat surat lamaran pekerjaan kadangkala kita melakukan berbagai macam kesalahan dan kekeliruan yang dapat berakibat fatal, sehingga dapat mengakibatkan ditolaknya surat lamaran pekerjaan kita. Tergerak dengan hal itu maka saya memberanikan diri memberikan beberapa tips membuat surat lamaran pekerjaan yang harus dihindari, yang saya ambil dari survey dan riset saya melamar pekerjaan selama ini

1. Bahasanya jangan terlalu akrab


Jika anda masih punya hubungan saudara dengan kepala HRD atau personalianya boleh saja, jika tidak, surat lamaran anda akan memenuhi tempat sampah, contoh yang harus dihindari :
    
Dengan hormat

    Hai pak/bu apa kabar nih…? baik-baik aja kan…? saya juga dalam keadaan sehat walafiat, semoga bapak/ibu juga baik baik aja seperti saya di sini. ngomong – ngomong gimana kabarnya anak-anak, sehat juga kan..? suami/istri pasti makin cakep/cantik aja…..salam aja ya buat mereka. oya ..hampir lupa, saya tuh bermaksud melamar pekerjaan pada perusahaan bapak/ibu bisa kan, oya ada salam dari eyang kakung ama eyang putri di kampung


Batal Kawin – Project Pop


Hii all… udah dengar lagunya Project Pop yang baru nggak?? Busyet.. itu lagu gaga weee… amper sama deng ana p pengalaman lalu sup.. jangan tatawa atau ba gahar waaa.. dia pe judul Batal Kawin… hahahahahaa…. Itu lagu sih so lama,, release albumnya kemarin tanggal 9 bulan 9 tahun 2009. Dari pada bosan kita ba lamu lagi, nih liriknya.. simak saja. Senyum-senyum boleh, tapi jangan sambil ba banting2 HP atau computer. Ana tdk tanggung jawab… hahahahaa…

Batal Kawin

“Pengumuman pengumuan bapak-bapak dan ibu-ibu, alhamdulliah minggu depan kang Dadang bakal kawin, jadi pada dateng yah jangan lupa,oke?”

Kawin, kawin, minggu depan aku kawin
Kawin, kawin, tidur ada yang nemenin
Kawin, kawin, status di KTP nanti jadi
Kawin, kawin, kawin, kawin

Amin, amin, undangan di sebar amin
Amin, amin, katering kebayar amin
Amin, amin, mas kawin di bayar lunas bilang
Amin, amin, amin, amin

Ternyata eh ternyata semua tak sesuai rencana
Sampai akad pun tiba calon ku tak datang juga
Dia lari sama mantan pacarnya
Sial…. sial…. sial…. sial….

Oh mama, oh papa, apakah salah hamba
Perkawinan kini batal bikin malu keluarga
Gara gara cari calon hanya dari bagus rupa
Ternyata eh ternyata dia tidak setia
Tak setia….

Kawin, kawin, minggu depan aku kawin
Kawin, kawin, tidur ada yang nemenin
Kawin, kawin, status di KTP nanti jadi
Kawin, kawin, kawin, kawin

Ternyata eh ternyata semua tak sesuai rencana
Sampai akad pun tiba calon ku tak datang juga
Dia lari sama mantan pacarnya
Sial…. sial…. sial…. sial….

Oh mama, oh papa, apakah salah hamba
Perkawinan kini batal bikin malu keluarga
Gara gara cari calon hanya dari bagus rupa
Ternyata eh ternyata dia tidak setia

Oh mama, oh papa, kini aku pasrah saja
Carikan lah calon istri yang sesuai keinginan
Yang baik yang setia dan bisa dipercaya
Yang amanah fatonah dan juga istikomah

Lalala lalala maaf aku tak bisa
Lalala lalalalalala maaf aku tak bisa

Wahai cinta ketahuilah…
Bahwa wanita racun dunia…
“Mendingan sama eike bok, yuk mariii”


Karena Mereka Memang Tidak Ingin Diakui…


”Senang dipuji karena kegagalan orang lain, atau ikut tersenyum melihat keberhasilan orang lain karena tahu kamu punya andil di dalamnya 
(meski tak selalu diketahui orang lain)"

Sebelum saya memulai menguraikan catatan ini, saya hendak bertanya. “Apa yang hendak kau lakukan, ketika posisi yang anda tempati sekarang ini akan digantikan oleh orang lain? Apakah akan menyiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin agar yang menggantikanmu lebih mudah melanjutkan pekerjaan atau justru membuat keadaan lebih sulit supaya calon penggantimu kesulitan memperbaiki keadaan dan akhirnya gagal?”

Memang pertanyaan ini agak aneh dan susah untuk kita jawab… saya teringat dengan apa yang pernah dikatakan oleh dosen saya sewaktu saya masih aktif kuliah beberapa tahun lalu. Menurutnya tidak ada salahnya kita harus meninggalkan sesuatu yang baik, sebelum ada yang menggantikan posisi kita. Memang sih, jika orang yang menggantikan kita itu berhasil, dia yang akan mendapatkan reward bahwa dia berhasil. Tapi jika orang tersebut gagal hanya karena kita meninggalkan hal yang buruk pada orang yang menggantikan kita, yang diingat orang itu bukan kegagalanya, tapi siapa yang melakukannya terlebih dahulu. Kurang lebih begitu yang disampaikan oleh dosennya saya tersebut.

Hhhmmm…. We got to the point….

Sadar atau tidak, kita mungkin tidak rela membantu orang lain untuk sukses, berhasil, mendapatkan nama baik. Kita malah lebih suka menjadi pribadi yang menonjol (bahkan ketika kita sudah tidak berada ditempat tersebut). Maka, bisa dipahami jika sebagian diantara kita memilih menyiapkan keburukan bagi pengganti kita dari pada menyiapkan fondasi yang kuat untuk memudahkan jalan bagi orang lain.

Terkait apa yang saya maksudkan diatas, saya mencoba mengkaji dengan apa yang lagi ramai-ramainya diberitakan oleh media akhir-akhir ini, yakni seleksi menteri yang akan menduduki Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Saya tertarik untuk mengkaji sosok Adhyaksa Dault yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) masa jabatan tahun 2004-2009. untuk kabinet jilid II, kemungkinan lagi Adhyaksa tidak akan menduduki posisi jabatan tersebut, karena nama Andi Malaranggeng yang sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan memiliki kans yang besar untuk diplot sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Adhyaksa Dault yang saya akui adalah sosok yang berpengalaman dalam hal mengurusi urusan pemuda dan olahraga (meskipun minim prestasi yang dicapainya selama menjabat sebagai Menpora), tak berharap untuk kembali mendapatkan kembali posisi sebagai Menpora. Dia justru bekerja keras untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk memudahkan orang yang menggantikannya kelak. Bahkan, pada salah satu media nasional pernah merilis pernyataannya bahwa dia tidak merasa terancam dengan kemungkinan kesuksesan yang akan diraih oleh penggantinya kelak berdasarkan kerangka kerja yang dibangunnya kini.

Pernyataan yang tentulah mengundang simpati besar dari pers dan publik. Seorang incumbent secara sadar dan sengaja memilih memberikan peluang kepada penggantinya (plus segunung harapan agar dia bisa meneruskan pekerjaannya dengan lebih hebat dimasa-masa mendatang. Sebuah kejadian yang tidak biasa dan bahkan terbilang langka pada sistem demokrasi di negeri kita.

Tugas Adhyaksa Dault kini telah usai. Saatnya kini dia memberi jalan kepada Andi Malarangeng untuk melanjutkan tugasnya. Dengan filosofi, ingin memberi tim terbaik kepada penggantinya. Adhyaksa tentunya merasa gagal juga, jika Andi Malarangeng tak sanggup membangun tim yang berhasil meraih prestasi kelak.
Kembali ke pertanyaan pertama yang saya ajukan tadi. “Coba dibayangkan, ketika kamu memiliki sebuah mobil. Mobil kesayanganmu tersebut hendak dijual. Apakah kamu tega menjualnya dalam keadaan rusak dan membiarkan pemilik barunya memaki-maki mobil kesayanganmu tersebut karena terlalu sering mogok? Ataukah kamu lebih senang menjual mobil tersebut dalam kondisi prima sehingga pemilik barunya makin rajin merawat mobil kesayanganmu tersebut?”

Tapi semua kembali ke diri kita masing-masing, untuk memilih yang mana. Lagian juga, pertanyaan saya yang saya lontarkan pada awal catatan ini bukan hendak dijawab apakah benar atau salah, dijawab ya atau tidak. Akan tetapi, jawaban tergantung dari diri kita masing-masing, mana yang sesuai dengan karakter kita sendiri. ”Senang dipuji karena kegagalan orang lain, atau ikut tersenyum melihat keberhasilan orang lain karena tahu kamu punya andil di dalamnya (meski tak selalu diketahui orang lain).

Catatan ini mungkin bisa saya samakan pula dengan apa yang dialami oleh dua teman saya, yakni Elnino M Husein Mohi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI serta Nurul Syamsu Panna, Koresponden SCTV Gorontalo yang pernah dipercayakan menjadi pengelola (petugas) stasiun televisi milik Universitas Negeri Gorontalo yakni Civica TV yang kemudian pada akhirnya oleh pihak lembaga (kampus) diganti dengan petugas lainnya yakni Agus Lahinta. Meskipun sudah tidak masuk lagi dalam struktur pengelola media tersebut, namun kedua sosok teman saya tersebut masih memiliki rasa untuk menyukseskan media tersebut, meskipun toh pada akhirnya, jika media tersebut sukses dan besar, yang diketahui oleh orang banyak bahwa kesuksesan media tersebut berkat kerja keras mereka yang saat ini mengelola media tersebut. Orang tidak akan mau tahu dengan Elnino Mohi dan Syamsu Panna. Sebaliknya begitu. Ketika media tersebut hancur luluh berantakan (gagal), tanpa harus mempersalahkan orang, pasti penilaian orang langsung tertuju kepada kedua orang tersebut.


Inilah keteladanan yang pantas kita contoh. Memberi teladan yang terbaik, meski ada resiko hasil karyanya diakui sebagai pencapaian orang lain.
Wallahu ’Alam....

Cewek Selalu Ingin Dimengerti. Cowok.. Baku Mangarti Jo!!!

Yang namanya cowok, selalu saja paling banyak penderitaan dibanding kaum cewek meskipun penderitaan sang cowok tersebut hasil dari sebuah nilai pengorbanan. Terkadang, kaum cewek sering salah menilai hal tersebut meskipun sang cowok sendiri tidak mempermasalahkannya.


Sebagai contoh begini, ketika disebuah mobil, anggap saja bis kota, trus bis tersebut udah penuh dengan cowok, trus ada cewek yang mau menumpang juga. Apa yang akan dilakukan oleh kaum cowok? Pasti akan mempersilahkan duduk sang cewek dan memilih berdiri hingga tujuan. Tapi klo bis tersebut sudah dipenuhi oleh cewek-cewek yang sudah “baku gepe”, kemudian ada cowok yang mau naik. Pasti saja cewek-cewek akan berpikiran lain-lain ketika sang cowok tersebut masuk dan duduk “baku gepe” disamping cewek. Anggapannya mungkin “enak aja nich cowok! Mau cari kesempatan dalam kesempitan ya???”


Yang kedua, ketika ada cewek-cewek menjalani profesi yang kebanyakan dilakoni oleh kaum cowok seperti presiden, direktur, polisi, cewek-cewek selalu bilang, “emansipasi wanita”. Tapi.... klo ada cowok-cowok yang mengerjakan sebuah pekerjaan yang sebagian besarnya dilakoni oleh kaum cewek, kira-kira apa tanggapan cewek? “di Indonesia cari kerjaan memang susah. Makanya... jangan terlalu milih2”.


Kemudian, ketika ada cewek yang digangguin sama preman, cowok-cowok pasti akan menolongnya meskipun cewek tersebut tidak dikenalnya. Tapi klo cowok yang digangguin preman, cewek-cewek akan bilang “salah sendiri cari urusan sama tu preman”


Biasanya, klo cowok-cowok melihat cewek cantik, kaya raya, baik hati dan masih lajang, pasti anggapan yang keluar dari cowok, wah... nich cewek memang sempurna dan sangat tepat buat calon suami yang tepat juga. Tapi klo cowok yang kaya raya, tampan, baik hati dan masih lajang, coba tebak dech.. apa anggapan cewek... “klo gak impoten, pasti gay”.


klo cowok-cowok nonton film bokep, wahhhh.... itu sich biasa. Namanya aja penasaran. Jadi wajar dong. Tapi apa tanggapan cewek? “semua cowok emang begitu. Gak ada yang benar”


Kemudian soal salon. Dalam seminggu, cewek biasanya sampai tiga kali ke salon. “Wahh... Itu namanya merawat diri, kalo cewekmu cantik kan kamu
juga yg senang” begitu kata cowok. Tapi klo cowok, dalam seminggu sampai 3 kali mampir ke salon... apa ya tanggapan cewek-cewek? “jangan-jangan, salonnya salon plus-plus”


Klo sebelum keluar entah kemana saja, biasanya cewek-cewek itu dandannya sampai satu jam. apa tanggapan cowok-cowok ya? “maklum saja. Namanya saja cewek”. Tapi klo cowok yang dandannya sampe satu jam, apa tanggapannya cewek? “Jangan-jangan nich cowok mau nemui selingkuhannya”


Namanya cewek, belum puas klo mandinya blom sampe satu jam. “klo gak gitu, namanya bukan cewek” kata cowok-cowok begitu. Tapi klo cowok-cowok mandi sampai satu jam, apa kata cewek-cewek??? “mencurigakan....!!! pasti dia lagi @#$^$%*&%#@......




Hahahahahahaha..... dasar cewek... buat cowok, gak usah diambil hati aja dech.. maklumi sajalah... namanya saja cewek... cewek itu mahkluk yang ingin selalu dimengerti....

Mencintai Syarat, Mensyarati Cinta



Masihkah kita mau tetap menerima pasangan kita jika suatu saat ketahuan melakukan hal-hal yang kita tidak inginkan? Contohnya, jika sang pujaan hati ternyata rajin belanja sehingga memberatkan kondisi perekonomian keluarga, atau sang kekasih hati gemar menceritakan kepada orang lain tentang kekurangan kita.

Sebaiknya jangan buru-buru menjawab. Dalam masyarakat kita banyak sekali perceraian maupun sepasang kekasih putus hanya karena ketidakcocokan. Banyak rumah tangga tercerai berai akibat satu atau kedua belah pihak gagal menemukan apa yang diinginkannya. Jika memang benar begitu, maka sebuah pertanyaan dasar pantas kita munculkan. Sungguhkah kita mencintai pasangan kita,,, atau kita terlalu mencintai syarat-syarat yang kita berikan pada pasangan kita?

Seandainya Dadang, temanku yang ada dikampung nun jauh disana tidak menggunakan hatinya, sudah pasti pasangannya tersebut sudah lama ditinggalkannya. Selain sering melakukan hal-hal yang tidak disenanginya dan sudah diperingatkan berulang kali, pasangannya tetap saja melakukannya. Tidak sesuai harapan bahkan sering mengecewakan. Itulah yang dirasakan teman tersebut. Hebatnya, Dadang terus mencintainya.

Dadang (paling tidak sampai coretan ini selesai dibuat) memang benar-benar sangat mencintai pasangannya tersebut. Dia tetap berada dibelakang sang tercinta dengan penuh dukungan dan tanpa syarat. Tak ada syarat apapun yang diberikan.

Memang jauh lebih mudah mengkalkulasi untung-rugi dalam sebuah jalinan hubungan yang diikat dengan berbagai aturan. Temannya saya juga begitu, mungkin saja dia sudah menghitung untung ruginya dalam mempertahankan hubungannya dengan sang tercinta. Sebuah keputusan yang belum tentu kita bisa lakukan dalam keseharian kita yang sarat wilayah abu-abu (kalau tidak ingin dikatakan KJ)

Soal cinta, terpulang pada kita. Untuk mau mencintai seseorang tanpa syarat, atau justru diam-diam mencintai syarat yang kita berikan pada pasangan kita sendiri. Coba dihitung, berapa banyak kebahagian yang kita tidak dapatkan hanya karena terlalu banyak memberi syarat dalam cinta ketimbang memberikan cinta tanpa syarat apapun

Persahabatan, Cinta atau Kemanusiaan.... Anda Pilih Mana?

Mentari diufuk barat sore itu mulai berwarna kemerah-merahan. Itu tandanya malam hari akan segera datang. Dengan penuh kehati-hatian juga, kupacu sepeda motorku dengan kecepatan 60 km/jam, dijalanan yang begitu banyak lubangnya.

Aku bisa saja memperlambat laju motorku, atau aku memilih santai saja dalam perjalanan pulang ke rumah setelah menjalani rutinitas hariku-hariku dalam melakukan liputan. Berhubung sore itu aku sempat meliput sebuah perisitiwa, maka aku bergegas untuk pulang buat berita, capture gambar dan distreaming.

Naasnya, hujan deras turun membasahi bumi yang dari tadi siang kering kerontang karena sengatan panasnya mentari. “Wah,,, gawat nich, gimana caranya aku bisa mengirim hasil liputanku secepat mungkin, sedangkan hujan sudah turun,” gumamku dalam hati. Segera aku memarkirkan sepeda motorku didepan sebuah warung sambil menunggu hujan reda.

Sekitar 60 menit aku menunggu, hujan tidak mau mereda. Tanpa pikir panjang dan begitu pentingnya berita yang hendak aku kirim, aku langsung melanjutkan perjalanan pulang. Seluruh badanku basah kuyup, tapi isi dalam tasku sudah diamankan terlebih dahulu agar tidak basah kena hujan. Meskipun begitu, aku tidak tahan juga dengan derasnya hujan yang mengguyur sekujur tubuhku. Untuk kedua kalinya aku mampir pada sebuah halte (pondokan). Seram juga melihat halte tersebut. Sebab, disekitarnya tidak terdapat rumah penduduk. Hanya pohon-pohon yang bergoyang mengikuti alunan desiran angin malam yang disertai hujan deras. Tapi, di halte tersebut aku tidak sendirian. Ada 3 orang lainnya yang juga mampir di halte tersebut.

Dari ketiga orang tersebut, dua diantaranya adalah orang yang memiliki catatan sejarah tersendiri sepanjang karir dalam hidupku. Yakni seorang teman (teman lama juga) yang dulunya pernah menyelamatkanku. Mungkin hanya balas budi saja yang bisa aku lakukan terhadapnya. Kemudian orang kedua adalah seseorang yang begitu aku idam-idamkan setiap hari dan aku berharap bisa menjadi kekasih hatinya meskipun cintaku sudah 2 kali ditolaknya. “Hehehehe.... secara kebetulan nich... J,” Nah... yang ketiga ini adalah tetanggaku sendiri. Seorang nenek yang sudah uzur dan mulai sakit-sakitan.

Yang pastinya, ketiga orang tersebut adalah orang yang begitu aku kenal dekat. Sekitar 10 menit aku berada dihalte tersebut sambil berbincang-bincang dengan mereka. Hujan pun mulai reda, namun masih gerimis juga. Dari perbincangan kami berempat tersebut, muncullah semacam kesimpulan gitu, yang membuatku bingung.... bingung hingga aku sendiri sudah nggak tahu mau buat apa terhadap kesimpulan tersebut.

Ceritanya begini, sudah sekitar 2 jam mereka berada di halte, namun belum ada satupun kenderaan yang lewat di kawasan tersebut. Sehingga, mereka kesulitan untuk mencari tumpangan pulang. Memang di kawasan tersebut juga, pada waktu malam hari, kenderaan sudah jarang bahkan tidak ada yang melewati kawasan tersebut.


SIAPA YANG AKU ANTAR TERLEBIH DAHULU.....????

Itulah pertanyaan yang timbul. Karena hanya aku sendiri yang bawa kenderaan. Perjalanan masih membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk bisa sampai ditujuan. Tidak mungkin aku mengantar mereka satu persatu karena aku mau buat berita agar bisa secepatnya dikirim. Tidak mungkin juga aku bonceng secara serentak mereka bertiga.

Secara perlahan-lahan, aku mulai menganalisa dalam hati, siapa yang hendak aku bonceng pulang, tanpa harus ada yang tersakiti. Apakah temanku yang pernah menyelamatkan hidupku? Dan juga, inilah kesempatanku untuk berbalas budi kepada teman tersebut. Atau cewek yang selama ini aku idam-idamkan. Dan ketika aku mengantarnya, ini adalah peluangku untuk bisa benar-benar meyakinkannya bahwa aku siap berkorban demi dirinya. Ataukah aku harus mengantar si nenek yang sudah uzur, sakit-sakitan.

Wah...wah...wah... bingung juga sich. Masalahnya, aku harus memilih 3 unsur penting dalam karir perjalanan hidup manusia yakni unsur persahabatan, cinta kasih dan unsur kemanusiaan. Aku sendiri hendak berbuat baik. Tapi yang aku takutkan, tindakanku untuk berbuat baik, dengan cara memilih salah satu dari ketiga orang tersebut, hanya akan menyisakan luka yang teramat mendalam bagi yang lainnya.

Akan tetapi,,,,,,, meskipun aku diperhadapkan pada sebuah pilihan yang teramat berat, namun malam itu aku bisa tersenyum, bahkan puas dengan apa yang aku pilih... bintang-bintang yang dari tadi tertutupi oleh awan hitam pun memperlihatkan senyumannya karena pilihanku.... hahahahahaa.... ke-GR-an ya...????

Mohon maaf,, jika seandainya anda yang menjadi saya pada saat itu, siapa yang anda pilih???

Sang teman...? Sang idaman hati...? atau Sang nenek.....?
Jawaban anda, akan menggambarkan siapa anda sebenarnya....

Menerima Apa Adanya


Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia ..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman .... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir ....

"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan ..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia. "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatu pun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satu pun dari pribadimu yang kudapatkan kurang ....

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya ... Ia menunduk dan menangis ....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan, dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Mantan Pacar Menuju Pelaminan


Apa yang akan kita lakukan saat mendapat undangan resepsi pernikahan mantan pacar yang pernah, masih, dan akan terus selalu melekat di hati dengan selaksa cinta tak berbatas? Merobek-robek dan membuangnya ke tempat sampah, atau menyiapkan pakaian terbaik untuk mendatanginya di hari bahagianya? Berat juga ya... sebuah pilihan yang harusnya kita dapat bijaksanai dalam berbagai hal.

Saya mau sekedar berbagi pengalaman dulu dengan teman-teman. Dipenghujung tahun 2008 kemarin, saya mendapat sepucuk undangan yang kemudian disusul dengan pesan singkat via ponsel, mengenai resepsi pernikahan mantan pacar saya.

Terus terang saja, sampai dengan saat itu (detik-detik menjelang sang mantan naik ke pelaminan) saya masih terus berharap untuk dapat menjalani hubungan dengannya. Saya merasakan, akan selalu ada tempatnya dihati ini. Begitulah yang terlintas dalam benak ini, hingga akhirnya saya sadar bahwa hal yang mustahil untuk mendapatkannya lagi. Karena kondisi dan situasilah yang ‘memaksa’ saya untuk berpisah dengan sang mantan tersebut.

Mengapa sampai saya katakan “memaksa”??? saya tidak bermaksud memvonis sang mantan bahwa dia salah dan saya yang benar. Namun, hanya karena kehadiran pihak lain sajalah yang memaksa sang mantan untuk hengkang kepemilikan ini (wuih,,, kayak istilah transfer antar pemain dalam dunia sepakbola saja... hehehehe). Habis manis sepah dibuang, mungkin itulah ungkapan yang layak saya gambarkan terhadap semua kejadian ini. Anehnya, saya tidak bisa marah, saya tidak merasakan sakit hati, apalagi sampai menaruh dendam terhadap sang mantan. Menerima realita (kenyataan) bahwa orang yang kita cintai sudah pergi meninggalkan kita, bukan berarti kita lantas melunak dan kehilangan gairah. Betul tidak?

Pada hari pernikahan, saya tetap saja datang. Hanya sekedar memenuhi undangan. Disaat menyaksikan sang mantan tengah bersanding dengan laki-laki lain pilihannya, ada sejuta rasa yang sementara bergemuruh dalam hati ini. Tapi saya tidak tahu rasa apa itu, pokoknya rame... (kayak permen nano) hehehehe... Saat menyalaminya, dalam hati saya mengucap lirih ungkapan selamat serta mendoakan terhadap hubungan sepasang pengantin.

Mari kita tunjukkan bahwa kita juga punya jalan kehidupan sendiri yang tengah ditapaki. Jangan terlihat sendu, apalagi sedih dan menyesal. Kalau perlu saat menjalani hidup itu dengan “menyakiti” mantan Anda… Bukan sebagai bentuk balas dendam, melainkan wujud tanggung jawab pada anugerah hidup yang harus dijalani dengan sebaik mungkin.

PNS Bukan Satu-Satunya Pekerjaan

Banyak lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), menganggur pasca menyelesaikan studynya. Berburu peluang menjadi Pegawai Negeri, salah satu penyebabnya. Jika tak lewat, mereka memilih menganggur sampai dibuka kembali formasi pekerjaan “keramat” itu.



Bagi sebagian masyarakat ‘tradisional’ di Indonesia, rekrutmen PNS dipandang sebagai indikator bahwa perekonomian bagus karena negara mampu membiayai dan mempekerjakan banyak orang. Di beberapa tempat, banyak yang rela menjual tanah dan sawah agar anak-anaknya bisa bersekolah dengan harapan agar menjadi PNS.
Sebagian lagi, ingin menjadi PNS justru karena meyakini akan adanya peluang korupsi, ‘posisi yang basah’. Bagi PNS yang berkategori ini (dan ini bukan abdi rakyat) cenderung akan menggunakan seribu satu cara agar dapat diterima, termasuk dengan membayar. Uang sogok tadi dianggap modal dasar untuk dikembalikan nanti di kemudian hari, apabila telah punya NIP, dan dengan cara bagaimana pun. Sudah lazim memang dikatakan orang bahwa seleksi menjadi PNS itu sangat diwarnai peluang KKN. Sejumlah orang dalam, terutama yang berada di dalam atau dekat dengan lingkaran biro kepegawaian, disinyalir memainkan posisi tawarnya untuk mencari untung pribadi. Sekian juta tarifnya, bayar di depan, itu pun tanpa jaminan lulus. Banyak yang kapok dengan praktek buruk ini, apalagi mereka yang sempat tertipu, sampai menjual kebun atau apa.
Anehnya lagi, banyak orang yang rela membuang-buang hartanya demi PNS ! Banyak dari mereka rela mengeluarkan uang hingga seratus juta rupiah ! (masuk logika gak?), walaupun sekarang seleksi penerimaan PNS sudah lebih baik dari yang dulu-dulu, tetapi masih banyak orang yang goblok, di bumi pertiwi ini. “Berapa habis,”? atau “Siapa atau ada gak orang dalam,”? Itulah opini publik atau suara spontan dari masyarakat terhadap proses penerimaan PNS.
Saya heran akan motivasi yang begitu tinggi untuk menjadi PNS di tengah kondisi di atas, di mana kompetensi kurang dihargai, korupsi yang begitu parah, nepotisme yang sudah menjadi budaya dan not to mention the low salary. Kalau dipikir dengan hukum ekonomi kayanya gak make sense sama sekali. Karena pengorbanan yang harus dikeluarkan besar sekali, untuk pekerjaan yang …
Akibatnya, bagi sebagian orang, praktek buruk ini telah menjadi faktor penyangkal (repellent factor) di mata calon-calon abdi rakyat yang baik-baik dan bermutu tinggi untuk berkarir sebagai abdi rakyat. Banyak lulusan pendidikan tinggi yang berkualitas secara a priori telah alergi lebih dahulu sebelum mencoba.
Karena sejumlah praktek buruk tadi, kesan tentang PNS di mata rakyat umum sering kali sangat miring atau negatif. Sebagian elemen masyarakat bahkan dengan ikhlas menisbatkan korupsi kepada semua abdi rakyat, tanpa pandang bulu. Apalagi dalam keseharian, ketika berurusan dengan birokrasi dari mulai kelurahan hingga yang paling tinggi, ternyata banyak saja PNS, apakah disebut oknum atau bukan, yang dengan tegas dan tega menentukan tarif atas sebuah pelayanan yang tidak ada ketentuan hukumnya. Padahal, ketika ia telah digaji, semestinya semua itu tidak lagi perlu.
Menurut analisis R. Mangun seperti yang pernah ditulisnya dalam sebuah artikel yang diterbitkan Harian Kompas, masyarakat kita masih mewarisi mental inlander dari jaman kolonial dulu, di mana orang dididik untuk menjadi patuh dan taat pada pemerintah sehingga bisa menjadi ambtenaar (PNS di jaman kolonial). Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat di masyarakat waktu itu, dan rupanya masih terbawa hingga sekarang.
Yang juga masih terbawa adalah paradigma bahwa mereka adalah bagian dari kekuasaan (penguasa), bukan pelayan rakyat atau pembayar pajak. Berdasarkan sebuah penelitian tentang cita-cita pelajar di dunia. Di Amrik, jika ditanya cita-citanya, para pelajar di sana mengatakan mereka ingin menjadi pengusaha, eksekutif perusaahaan multi nasional, pengacara, dll. Di Iran, pelajarnya ingin menjadi ulama dan tokoh syiah. Di Indonesia, pelajarnya ingin menjadi PNS.
Dan jika seandainya jumlah PNS dikurangi dan rekrutmen dibatasi, image pemerintah di mata rakyat akan anjlok. Dampak lainnya, bisa jadi angka partisipasi pendidikan akan menurun. Dalam skala yang lebih akut, hal ini bisa menyebabkan destabilisasi mata uang rupiah akibat merosotnya kepercayaan kepada pemerintah.
Sebagian besar PNS di negeri ini pendidikannya SMA (35%) sementara yang Sarjana hanya 28,9%. Lebih menyedihkan lagi, PNS bergelar S2 dan S3 hanya 2,5% dan 0,2% saja. Artinya, selain jumlahnya besar, kualitasnya pun masih perlu dipertanyakan. Terlebih lagi, ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji mereka begitu mahal—-lebih dari Rp 100 triliun per tahun.
Andaikata saya adalah pemerintah, maka birokrasi yang efisien adalah prioritas pertama saya. Selama ini permasalahan tersebut tidak pernah mendapat sorotan yang memadai dan hanya menjadi wacana. Agar tak hanya jadi sekedar polemik, kebijakan tersebut harus di-lock dengan konstitusi. Memang tidak ada jaminan presiden selanjutnya akan meneruskan program ini, namun setidaknya program ini bisa lebih menggigit. Memang tidak ada jaminan program ini akan berhasil 100%, namun setidaknya rakyat bisa menilai dengan lebih proporsional.
Kita bukan negara yang kaya sehingga uang yang ada harus dibelanjakan dengan ketat dan tepat. Selain itu, untuk menjadi negara yang lebih baik, pegawainya juga harus kompeten dan tidak korup. Dan salah satu jalan yang paling logis adalah efisiensi birokrasi.
Jadi pada intinya, PNS bukan satu-satunya tempat untuk menerapkan ilmu dan mencari makan. Masih banyak kesempatan dan ruang untuk membuat usaha sendiri. Tak mudah memang. Tapi bukannya tak mungkin, kan?

Yakin Usaha Sampai... (***)

Notes:
Catatan ini pernah saya posting diblog ini pada tanggal 22 Desember 2008, namun terlanjur dihapus karena faktor satu dan lain hal. Namun juga, postingan ini masih bisa dibaca di page facebook EVENAPSTER.
http://www.facebook.com/note.php?note_id=53728662298

Welcome To My Life






Dengarkan Aku!!!

Udah nggak ada gunanya marah-marah
nangis-nangis nggak jelas
CIH!!!
Mati satu tumbuh seribu!
Kamu memang bukan cenayang seperti dirimu
tapi kamu juga bisa memprediksikan hal ini jauh-jauh hari,,,

Before it began!!
Sebelum semua dimulai
Siap memiliki
Siap kehilangan
Siap mencintai
Siap dikhianati dan disakiti
Siap untuk patah hati,
tapi, kamu takkan pernah siap 'tuk melupakan semua
hehehehhehehe...

BIG GIRL DON'T CRY!!!!

we need love to live
but we still can live without love
Kamu patah hati kek
Kamu yang urakan kek
Kamu yang pemarah kek
Kamu yang gini lah gitu lah
I don't care!!!
Kamu tetep KAMU..!!!

You can't change me into the something else
Kamu nggak sendiri
Kamu masih punya dirimu sendiri!
yang lebih berharga arapapun
Cih!
sorry aja!!!
Semakin kamu terpuruk
semakin kamu stress
Semakin kamu marah
Semakin kamu depresi
Maka
Kamu akan semakin Bangkit!
Kamu akan semakin bersemangat!
Kamu akan mengubah duniamu sendiri
dengan Atau tanpanya!
hmmmm....

Saat-saat Seperti Ini Kelak Akan Kita Rindukan


SMS Mereka Dihari Idul Fitri 1430 H


SMS Mereka Dihari Kemenangan

Namanya Lebaran, gak seru jika ada kata saling memaafkan dan saling silaturahmi. Tapi terkadang, faktor jarak dan waktu sering menjadi kendala bagi kita untuk bisa saling silaturahmi dan saling memaafkan secara langsung.
Berhubung zaman semakin canggih, banyak hal yang digunakan orang untuk bisa tetap menjalin silaturahmi, dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan apapun. Salah satunya adalah fasilitas Short Messages Service (SMS). Lebaran kali ini, seperti biasa pula, aku menerima berbagai macam ucapan Selamat Idul Fitri dari para kerabat, sanak family, teman-teman kerja, teman-teman kampus, hingga teman-temanku yang berasal dari dunia maya. Berikut aku sajikan SMS dari mereka.

Dewi Djayanti Biahimo
Aktivis Lingkungan Hidup
“Taqqaballalahu minna wa minkum, taqqabalallahu minal aidin wal faidzin.
Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan bathin.
Salam. Dewi Biahimo

Jeffry Leonardo Taolin
Kontributor Indosiar Kupang
“Kami sekeluarga ucapkan met Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin.
Semoga tali silaturahmi tetap terjaga antara kita, dan rahmat Tuhan
senantiasa menyertai kita selalu.
Jeffry Taolin Sekeluarga”

Kharis Kustiawan
Manager Produksi Civica TV
“Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Mohon maaf lahir dan bathin.
Kharis dan keluarga”

Totok Bachtiar
Anggota DPRD Kota Gorontalo
“Mohon maaf lahir dan bathin juga Pak Steven.
Totok dan keluarga”

Vivi Venti Vera Sulila
Mahasiswa Manajemen UNG
“Embun pagi membasuh jagad.
Gema takbir terdengar syahdu damaikan hati.
Sambut kemenangan di hari yang fitri.
Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Vivi Venti V. Sulila.

Revita Hasan
Vokalis EV Band, Warga Limboto
Asz... MeT LebArAaAaaanD 1430 H.
MinaL aiDin waL faiDZin.. MoOn maaP LahiR bAtin... >>
[VeEtHa & FaM.]

Andi Juanna
Mahasiswa Program Magister Universitas Utara Malaysia
“SELAMAT IDUL FITRI 1430 H.
MINAL AIDIN WAL FADIZIN, MAAF LAHIR BATHIN..
Andi J & Keluarga

Arhma
Karyawan PT Rahmat Inn
1. 2. 3. 4....
Lebaran makan ketupat, meski tangan tak menjabat...
ucapkan maaf sebelum terlambat...
5. 6. 7. 8... 
Insya Allah ntar malam takbiran,
kalo ada momen dan kata tak berkenan..
mohon maaf dari hati yang terdalam...
SELAMAT IDUL FITRI 1430 H..
MOHON MAAF LAHIR BATHIN..
_Arhma N kel_

Irfan Lussa
Kontributor tvOne Gorontalo
Segenap keluarga besar Irfan Lussa dan Tina Talisa (tvOne) mengucapkan
Selamat Idul Fitri... Minal Aidin Wal Faidzin.. Mohon maaf lahir dan bathin

Maryam Intan
Warga Gorontalo
Minal aidin wal faidzin... mohon maaf lahir dan bathin..
dari keluarga besar Maryam Intan Noe

Annita Paulutu
Warga Gorontalo
Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...
saya Anytha Paulutu mengucapkan
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.. Mohon maaf lahir dan bathin...

Kiki Amiri
Pengurus PB HPMIG
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H.
Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas segala khilaf.
–Kiki dan Keluarga-

Putry Rahmawati
Mahasiswa Politeknik Gorontalo
chamlayQum...
–CUMI-
C = cuma mau
U = ucapin
M = met
I = Idul  Fitri 1430 H
Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
maaf aaa.. selama ini Putri so banyak salah pa ngo utizzz...
eh iya,, iank lupa pasiar k hmZ ne... Put tunggu..
(Putri sekeluarga)

Arif R. Makmur
Director HAKI Films
Keluarga Besar HAKI Films mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1430 H”
Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin...

Anaya Pratiwi Tangahu
Mahasiswa Universitas Brawijaya
“Selamat Hari Raya.. Selamat hari Lebaran...
Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin... J
- - - - TIWI - - - -

Dessy
Mahasiswa UNG
Seiring darah dalam nadiku mengalir, kian banyak dosa yang telah kuukir.
Semakin banyak ku berkata,,
Semakin banyak dosaku tertata.
Seiring dengan berjalannya waktu,,
telah banyak kekhilafan yang kubuat untukmu..
walau kita tak dapat bertatap,,
izinkan aku mengucap maaf..
Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
__dEzY n Family__

Maman Bumulo
Karyawan BRI Gorontalo
Mohon maaf atas lisan yang tak terjaga,
hati yang berburuk sangka,
sikap yang menyakitkan..
walau jemari tangan tak kuasa berjabat,
tetapi batin senantiasa berucap...
“Taqqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum”.
Selamat Idul Fitri 1430..
Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
Maman Bumulo sekeluarga

Tya Ointoe
Warga Limboto
From my deepest heart I’m sorry for words wrongly said n every single mistakes between us, enjoy together for best life with pure heart. Happy Idul Fitri 1430 H...
_Tya-eRo__

Omaat Abas
Sound Editor HAKI Films
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Walillahilhamdhu
Minal Aidin Wal Faidzin.. Mohon maaf Lahir dan Bathin...
(Omat n Family)

Amir Lukum
Mahasiswa Program Magister Universitas Malang
Bila hati tak sebening XL, atau secerah MENTARI raihlah SIMPATI dengan saling memaafkan. BEBASkan jiwa dari khilaf dan dosa padamu FREN. Dihari nan fitri ini, izinkan kami sekeluarga mengucap mohon maaf lahir dan bathin.
Amir Lukum dan keluarga

Wahyudin Mamonto
Wartawan Kantor Berita Antara
Taqqabalallahu Minna Waminkum Shiyamana Wa Shiyamakum..
Ied Mubarak.. mohon maaf atas semua khilaf...
Wahyudin Mamonto sekeluarga

Asnawi Ngabito
Editor HAKI Films
Gema bedug bertalu, mengiring takbir asma-Mu. Menyongsong fajar nan indah, mengiring umat-Mu dihari kemenangan, dihari yang fitri, kami sekeluarga mengucapkan: “Minal Aidin Wal Faidzin.. Mohon maaf Lahir dan Bathin...
(Asnawi Ngabito dan keluarga)

Zainal Ahmad
Kontributor Global TV
Selamat lebaran bro.., minal aidin wal faidzin.. mohon maaf lahir dan bathin...

Kiki Angraini Jaya Lahay
Mahasiswa
Minal Aidin Wal Faidzin.. Mohon maaf Lahir dan Bathin... Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mellisa Towadi
Pengurus HMI Cabang Limboto
Jika harta adalah racun
Zakatlah penawarnya
Jika umur adalah dosa
Maka taqwa dan tobat adalah obatnya
Jika seluruh badan adalah noda,
Maka Ramadhan adalah pemutihnya
Jika tiap waktu kita penuh khilaf
Maka moment Idul Fitri paling tepat untuk meminta maaf atas semua salah selama ini
Happy Syawal 1430 H. Semoga kita menang dan kembali fitrah
Mellisa Towadi dan Keluarga

Ina Liputo
“Dengan tulus mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon maaf  atas segala kesalahan
Ina dan Keluarga

Sunaryono
Kapolda Gorontalo
Selamat Idul Fitri juga..
Minal aidin wal faidzin.
Sunaryono dan Keluarga

Dewi Pratiwi Niuwa
Rekan Alumni SMA Negeri 1 Gorontalo
With be going the beautiful Ramadhan and be coming of the holly Idul Fitri day I want to appologize all of my wrong doing on the past may Allah blezing us now and forever minal aidin wal faidzin.
(Iwed and Family)

Waty Kahar
Hidup hanya se ( x )
Dosa jangan di ( + )
Amal jangan di ( - )
Cinta jangan di ( : )
Gugur bunga karena layu
Gugur iman karena nafsu
Gugur cinta karena cemburu
Bersihkan hati. Sucikan jiwa. Mari jalani kehidupan dengan hati sabar dan tawaqal.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir dan bathin
(Waty and Family)

Awaludin
Wartawan Tribun Gorontalo
Taqqaballahu minna wa minkum shiyamana. Awal dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin

Lia Maulina Makmur
Mario sucikan hati dengan penuh keikhlasan. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. (Lia dan Keluarga)

Rollina Bobihoe
Pengurus PB HPMIG
Family, friends, strangers, heart, forgiveness. Smiles are on the air. Enjoy people. Minal aidin wal faidzin. Maafin Ollin sekeluarga lahir dan bathin.. J

Fatma Biki
Kabid PSD Badan Investasi Daerah Provinsi Gorontalo
Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Steven sahabatku, kuucapkan Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga ibadah dan amalia ramadhan kita diterima Allah SWT  dan beroleh berkahnya. Fatma Biki dan keluarga.

AW Thalib
Anggota DPR RI
Sama-sama yaa.. Selamat Idul Fitri. Salam untuk keluarga di Bongomeme

Raflin Kasim
Pengurus HPMBG
SMS ini datang dikala takbir dikumandangkan dimana-mana. Dengan segala kekurangan dan kerendahan hati. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. Raflyn dan Keluarga.

Dr. Mas’ud Idris
Dekan FKM UG
Insya Allah. Semoga kita bisa menjadi pemenang dihari yang fitri. Selamat Idul Fitri. Mas’ud Idris dan Keluarga

Santi Dera
Sahur hanya tinggal kenangan, berganti takbir menjelang 1 syawal. Takbir menggema menggetarkan jiwa. Sekiranya ada salah dan dosa, ampun dipinta dihari mulia. Selamat Idul Fitri 1430 H. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin. (Shanty and Family)

Tamy Mokoginta
Tiada pemberian terindah selain maaf
Tiada perbuatan mulia selain memaafkan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Tammy Utami Mokoginta

Firdaus Masrun
News Producer Indosiar
Thanks ya steve. Kita saling memaafkan yaaa atas segala kesalahan kemarin. Salam Lebaran. Salam buat keluarga.

Reno Imran
Staf MCR Mimoza
Walau tangan tak berjabat, muka tak bertatap, SMS dikirim sebagai pengganti diri, tanda ingatan ikhlas dihati, terlanjur kata menyinggung dihati. Ampun dan maaf mohon diberikan.

Erni Nagaring
Mahasiswa FKM UG
Takbir menggema memecah sunyi, mengurai kisah, hadirkan tangis. Seiring bedug yang terus bertalu, ku haturkan maaf atas segala khilaf. Maaf lahir dan bathin 1 Syawal 1430 H.

Tono Suhartono
News Producer Indosiar
Kami sekeluarga mengucapkan taqqaballahu minna wa minkum shiyamanna. Semoga kita menjadi orang yang kembali suci dan semoga kita meraih kemenangan dihari yang fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri. (Tono-Nella sekeluarga)

Elnino M. Husain Mohi
Anggota DPD RI
Minta maaf poli waaaa (tidak usah balas SMS ini, so mo talalu untung Telkomsel... hihi)

Budi Pranoto
News Producer Indosiar
Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Budi Pranoto dan keluarga.

Johan Teruna
Kontributor Indosiar Depok
Seringgit si dua kupang, sekupang dibagi rata, tiga hari menjelang petang teringat kata saling berdusta. Pohon kelapa buahnya merah, padang pasing negeri aladin. Tiada kata paling indah selain minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Johan Teruna/Indosiar dan keluarga

Rully Maruwae
Eks. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial
Selamat Idul Fitri 1430 H.
Minal aidin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan bathin

Landri Polapa
Reset khilaf or restart hati, asal jangan dishutdown, sedikit error bisa diperbaiki, asal jangan hang. Met Idul Fitri. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin

Essy Nurhamidin
Mahasiswa Fatek UNISAN
Selamat Idul Fitri 1430 H
Minal aidin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan bathin
Essy sekeluarga

Bambang Mulyadi
Telkomsel Gorontalo
Yaa Allah, sungguh mulia hati saudaraku yang baik ini.
Bahagiakan keluarganya
Berkahi rezekinya
Mudahkan segala urusannya
Hindarkan dari fitnah
Terimalah amal ibadahnya
Dan jadikan ia sebagai salah satu penghuni surga-Mu
Selamat Idul Fitri 1430 H
Minal aidin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan bathin
Bambang Mulyadi dan Keluarga

Sylbi Thread
Prod. Department Indosiar
Taqqaballahu minna wa minkum shiyamana. Selamat Idul Fitri yaaaa.. maafin atas sgala kekhilafan. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin

Andri Arnold
Reporter Elshinta Jakarta
Taqqaballahu minna wa minkum. Andri bareng keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin

Srikandi Sidonia Sangi
Mahasiswa Unsrat Manado
Selamat idul Fitri yaa say... maafin salah2 kemarin.. jangan diingat2 lagi yaaa... kong kapan ngana married???


Kenangan Indah Saat Ramadhan.. Takkan Kulupakan

Alhamdulillah, perjuangan selama sebulan selesai sudah. Banyak kenangan, banyak hikmah, dan banyak pelajaran yang dapat dipetik. Insya Allah, semangatku untuk tetap mengabdi kepada-Nya bukan hanya pada bulan Ramadhan saja, akan tetapi pada bulan-bulan lainnya. Aku akan senantiasa merindukan saat-saat seperti ini, hingga kapanpun, hingga saat aku lanjut usia dan menutup mata.
Selama bulan suci Ramadhan, aku ingat dengan betul saat moment-moment terindah yang kulewati secara sendiri atau bersama orang-orang terdekat, bersama keluarga, serta teman-teman pekerja media (wartawan) di Gorontalo.

Perdana Ramadhan, aku nggak sempat pulang ke kampung halaman, tunaikan sahur bersama orang tua, sebab aku sendiri sibuk dengan pekerjaan. Bahkan pada malam sahur perdana, aku bareng teman-teman HAKI Films dan Mimoza Chanell, terlibat dalam produksi program, meski pada akhirnya tidak selesai hingga akhir bulan.

Pada hari kelima, saat itu aku baru pulang streaming berita mengenai pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Allah SWT kembali memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan meninggalnya seorang Imam di Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, saat sedang memimpin jamaahnya Sholat Taraweh pada rakaat keenam. Subhanallah....

Kemudian pada Ramadhan hari ke sepuluh, diakhir bulan Agustus, kembali Allah SWT memperlihatkan kekuasaan-Nya, dalam menguji hambanya. Saat itu, beberapa rumah yang berada di kawasan Jalan Taman Hiburan, ludes dilalap si jago merah. Subhanallah, cobaan yang sungguh diluar jangkauan umat manusia, korbannya sendiri merupakan keluarga cleaning service pada salah satu perguruan tinggi, serta para pemulung.

Pada pertengahan Ramadhan, tanggal 5 September 2009, tepatnya hari ke lima belas Ramadhan, aku kembali memperingati usiaku yang ke dua puluh lima. Aku sempat buat syukuran bersama teman-teman wartawan dengan mengambil lokasi di Gorontalo Diving Club (GDC). Uniknya lagi, syukuran kali ini didominasi dengan angka lima, yakni tanggal 5 September, hari ke-15 Ramadhan, usia yang ke-25 tahun, serta bersama 35 orang wartawan di Gorontalo. Subhanallah...

Kemudian saat Ramadhan udah memasuki hari ke dua puluh enam, tepatnya tanggal 17 September 2009, Gorontalo begitu terang benderang. Sebab, saat itu tengah ada perayaan malam pasang lampu, atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Tumbilotohe”. Nyaris disemua sudut diberbagai lokasi di Gorontalo, dipenuhi dengan beragam lampu-lampu... satu hal yang tak akan kulupakan ketika sedang shooting di tengah sungai Bone, dekat Jembatan Talumolo I. Bersama empat rekan-rekan kontributor, masing-masing Ismail Giu (Trans 7), Ajis Halid (Trans TV), Syamsu Panna (SCTV), Zainal Ahmad (Global TV), kami menaiki perahu secara beramai-ramai. Ditengah sungai, perahu sempat oleng dan terbalik, Syukur Alhamdulillah kami tidak sampai tercebur ke sungai... memang mengerikan sih, takutnya kamera yang dipakai shooting tersebut basah, tapi menggelikan dan lucu juga...
And the last, mungkin satu hal yang tidak bisa aku lupakan ketika kembali bertemu dengan orang-orang tercinta, keluarga dan sahabat di kampung halaman, merayakan hari kemenangan bersama. Aku mudik ke kampung halaman, disaat malam takbiran Idul Fitri.

Aku berharap, Insya Allah ditahun depan, aku kembali dipertemukan dengan bulan yang sangat dirindukan umat muslim di dunia, Ramadhan. Hanya Dia yang tahu. Wallahu ‘alam bissawab....

Menangis

Menangis adalah aktifitas fisik manusia. Bahkan sebelum dapat melakukan apa-apa, manusia sudah pandai menangis. Sebaliknya, aku belum pernah tahu ada makhluk lain yang bisa menangis. Menangis adalah akibat. Bukan sebab. Orang yang terlalu sedih akan menangis. Terlalu bahagia juga bisa menangis. Bayi yang ngompol akan menangis. Anak kecil diganggu temannya juga akan menangis. Seorang remaja putus cinta akan menangis. Seorang guru yang menghadapi murid yang sebegitu bebalnya, mungkin juga menangis. Orang tua yang ditinggal mati orang-orang terdekatnya juga akan menangis. Menangis adalah aktifitas semua manusia dan semua umur. Cuma, semakin berumur seseorang, semakin jarang ia menangis. Setelah mati, ia akan berhenti menangis. Kalau ada menangis dalam kubur, itu bohong. Kalau pun tidak bohong, itu menangis yang berbeda dengan apa yang sedang kita bahas

Menangis tidaklah identik dengan air mata, walaupun biasanya begitu. Ada orang yang bisa menangis tanpa mengeluarkan air mata, bahkan ada yang sanggup menangis didalam hati saja. Yang seperti ini tentulah kepandaian menangisnya sudah sangat tinggi, sehingga orang lain tidak tahu apakah ia menangis atau tidak. Pada tingkatan yang paling pandai (ini hanya dilakukan oleh para guru besar ilmu menangis) sesorang sudah dapat menangis sambil tersenyum, luar biasa!

Pun sebaliknya, mengeluarkan air mata belum tentu berarti menangis. Tertawa terbahak-bahak juga bisa mengakibatkan air mata keluar. Terlalu dekat dan lama menatap layar monitor juga bisa mengakibatkan mata terasa perih dan berair.

Kita teruskan dengan plus minusnya menangis.

Menangis adalah salah satu jalan keluar. Bila suatu masalah tidak ada jalan keluarnya lagi, biasanya orang akan menangis. Menangis seolah menjadi pintu kecil yang tersedia untuk menumpahkan beban yang berat yang menyesakkan dada. Menangis juga merupakan sarana komunikasi. Dalam keadaan normal, kita biasanya tahu kalau seseorang menangis, berarti ia sedang tidak gembira. Jadi, kalau bisa jangan minjam duit dulu padanya (maaf atas pangajuan saran yang menyimpang terlalu jauh ini). Setelah menangis, biasanya orang akan merasa sedikit lega. Ada sedikit beban yang bisa dilepaskan. Setelah menangis dan menarik nafas panjang, biasanya orang bisa mulai berbenah kembali, menata perasaan yang berantakan. Sedikit positifnya menangis adalah ini. Menangis kadang berarti sesorang itu sedang tersiksa. Tapi lebih tersiksa lagi kalau sampai tidak bisa menangis.

Negatifnya, menangis kadang dianggap cengeng. Belum apa-apa sudah menangis. Menangis juga dianggap sebagai penolakan. Kalau dalam suatu permasalahan yang berat, dan waktu pencarian jalan keluar salah satu pihak sudah menangis, maka berarti ia sudah tidak bersedia lagi bermusyawarah. Kadang juga dianggap senjata pamungkas. Bila suatu permohonan tidak dapat dipenuhi. Maka tangiskanlah, kadang-kadang upaya ini membuahkan hasil. Menangis juga kadang membuat kesal orang lain. Apalagi menangis yang meraung-raung di tengah malam disaat orang-orang butuh ketenangan untuk tidur. Orang akan menyumpah dan mencap sang penangis adalah gila! Maka, jangan lakukan yang seperti itu.

Namun, menangis tetaplah fitrah manusia, bahkan yang paling hakiki. Tuhan mencap manusia yang tak dapat menangis sebagai makhluk yang berhati batu.

Disaat malam yang hening, seorang hamba bersimpuh diatas sajadah yang bisu lalu mulai menghitung-hitung dosa yang telah dilakukannya. Lalu dari bibir yang kelu itu meluncurlah kata-kata sesal : Allah Tuhanku, aku datang lagi kali ini dengan tumpukan dosa yang semakin menjadi-jadi. Sekujur tubuh yang dulu suci ini telah habis kulumuri dengan dosa yang tiada terperi. Kepala yang berisi otak yang tidak seberapa ini dan dengan kecerdasan yang hanya setitik air ini telah berlaku sombong terhadap makhluk-makhlukMu yang lain. Bersama-sama dengan lidah dan bibir ini ia telah berani menghardik orang lain dengan mengatakan ‘bodoh!’. Mata ini telah dengan semena-mena menatap orang lain bak menatap sampah, penuh kehinaan. Dibarengi pula dengan tangan menutup hidung seolah menahan bau yang tidak sedap. Allah Tuhanku, perut ini telah dengan begitu bahagianya menerima makanan-makanan yang haram, telah dengan rakusnya merampas makanan milik anak-anak yatim, gelandangan dan orang-orang miskin lainnya. Tangan dan kaki yang selalu saja membawa diri ini ke tempat-tempat maksiat yang sungguh Engkau benci ya Allah. Dengan semua dosa itu, yang lebih mengherankan, hati ini ini tidak pernah berterima kasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan tanpa aku pernah bersusah membelinya bahkan walau hanya memintanya. Hatiku ini hanya diam saja menyaksikan semua kekangkuhan itu. Bahkan. ia tetap saja merasa berhak berjalan diatas bumiMu, bahkan berjalan dengan sombong! Berjalan dengan mangangkat dagu, mendongakkan kepala seperti hendak menantang langitMu! Allah Tuhanku, aku tahu disebelah maha kasihMu, ada juga murkaMu yang pedih. Aku bermohon padaMu, tahankanlah sejenak murkaMu itu dengan maha penyayangMu karena di balik gunung-gunung dosa yang tinggi itu, aku ingin mempersembahkan kerinduanku yang meneyesakkan dada terhadap ampunanMu. Kerinduan yang sama tingginya dengan gunung-gunung itu karena telah lama sekali aku memendamnya. Kerinduan yang telah kubawa sejak lahir ke dunia ini. Allah Tuhanku, dengan segala kehinaan seorang hamba, aku berlari mengejarmu, untuk kusungkurkan wajahku kebumiMu, dan dalam sedu yang lirih kuharap do’a taubat ini akan sampai ke langitMu yang tinggi. Lalu menjadi kunci bagi pintu maafMu.

Allah Tuhanku, setelah itu, untuk mengusir angkuh dan sombong yang selama ini bersemayam, tunjukkanlah padaku dimana letak sesal, agar aku mengambilnya untuk mengisi ke sebagian hatiku, lalu tunjukkanlah pula dimana letak syukur untuk kuisikan lagi dibagian hatiku yang lainnnya. Dengan keduanya, lalu kuatkanlah kakiku untuk berlari ke arahMu. Mungkin tak kuat berlari, aku akan berjalan, bila tak kuat berjalan aku akan melangkah. Bila semua itu tetap tak sanggup kulakukan, mohon seretlah aku agar tetap aku menjadi semakin dekat padaMu.

Allah Tuhanku, bumi yang telah basah dengan cucuran airmata ini jadikanlah pembatas bagiku untuk tidak kembali atau sekedar menoleh, dan setelah itu tetapkanlah mata dan hatiku untuk senantiasa menatap kepadaMU.

    Tidak diteruskan, karena aku sudah menangis......... :(

Dihari Ultahku... Masih Banyak yang Belum Aku Pahami...

25 tahun sudah aku hidup di dunia.
Tapi masih banyak sesuatu yang tidak aku mengerti.
Andai saja aku dapat membuat bahagia semua orang.
Andai saja aku dapat membuat semuanya lebih baik.

Kehidupan memang mengasyikkan.
Kadang aku bisa tertawa,
kadang aku bisa bersedih.
Kadangpun aku merasa gundah dan tak berarti,
meskipun saat itu tidak ada satupun masalah yang singgah di pundakku.

Hidup ini sungguh aneh.
Mungkin Ia memang sengaja menciptakannya seperti ini.
Hidup memanglah tidak mudah,
namun begitu membosankannya hidup klo begitu mudahnya.
Kadang aku berlayar, namun kadang aku menepi.
Tapi satu yang aku percaya bahwa kelak kita akan menuai,
apa yang telah kita tanam.

Namun aku hanyalah seorang pemimpi,
dan aku bukanlah satu satunya di dunia ini.

Kadang aku harus mengejar bayang bayang ilusi,
Kadang juga aku juga terkubur oleh mimpi.
Kadang aku merasa kebingungan.
Kadang aku merasa tahu semuanya.

Sebenarnya tidak ada mimpi yang tidak bisa di wujudkan.
Tapi kadang aku merasa terlalu jauh
dan mimpi itu serasa mempunyai sayap
karena ia juga kadang menjauh saat aku yakin aku bisa menggapainya.

Uang memang bukan segalanya,
tapi dengan uang distribusi kebahagiaan akan menjadi sebuah proses
yang akan mudah terimplementasi.
Dan semoga saja semua teori itu tidak membutakan mataku.

Semoga saja kesederhanaan hatiku
akan menjadi tameng dalam keruhnya pemikiran otakku.
Kadang aku berfikir bahwa aku adalah orang yang kuat dan tak akan pernah menyerah.
Namun kadang aku juga berfikir keperkasaanku untuk meraih mimpi hanya akan merusak diriku sendiri.
Seperti yang aku tulis pada paragrap pertama tadi,
ternyata masih sangat banyak sekali yang tidak aku mengerti di dunia ini.
Masih banyak yang tidak dapat aku pahami,
bahkan menggunakan pemikiran yang rasional sekalipun.
Apakah inilah saatnya aku harus kembali ke jalan-Nya ?
Atau apakah aku harus menunggu waktu
Dan membiarkan waktu untuk menjawab segalanya?
Semoga saja begitu.

Biarlah waktu yang akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan
yang tak akan pernah terjawab dalam hidupku
dan semua misteri Tuhan serta alasan yang bersembunyi di baliknya.